Senin, 26/11/2018 07:05 WIB
Washington - Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (AS) menangguhkan semua jalur lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki di pelabuhan utama San Ysidro antara Tijuana, Meksiko dan San Diego, California.
Agensi itu pengumuman lewat akun Twitter pada Senin (26/11), saat ratusan migran berbondong-bondong menuju perbatasan dengan maksud menekan AS dan mendapatkan suaka dari Gedung Putih.
Menurut laporan wartawan di Tijuana, pihak keamanan AS menggunakan gas air mata menyemprot para migran dan pengungsi yang mendekati pagar perbatasan dekat penyeberangan Chaparral.
Dilansir Al Jazeera, membludaknya para migran dan pengungsi di Tijuana itu, karena lambatnya pemrosesan klaim suaka di perbatasan.
Zelensky Geram Trump Longgarkan Sanksi Minyak Rusia
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Trump Kekeh Mau Adang Kapal Iran
Trump Sebut Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari
Para migran disebut melarikan diri dari kekerasan, kemiskinan atau penganiayaan politik di daerah asalnya.
Lebih dari 5.000 migran dan pengungsi ditampung di stadion Tijuana yang memiliki kapasitas lebih dari 2.000 orang. Kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh pemerintah AS menghentikan pemrosesan klaim suaka.
Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump menyebut eksodus itu mengancam keamanan negaranya. Ia pun mengerakahkan dan memberikan kebebasan kepada ribuan pasukan militernya untuk menggunakan cara kasar kepada migran tersebut.
Administrasi Trump juga menerapkan aturan suaka baru, yang diblokir sementara oleh pengadilan federal. Di bawah aturan baru, individu yang melintasi perbatasan antara pelabuhan resmi masuk tidak akan memenuhi syarat untuk suaka. Hakim minggu lalu memblokir aturan agar tidak ditunda lebih lanjut.