Minggu, 25/11/2018 16:34 WIB
Moskow - Pada Minggu (25/11), Rusia menuding kelompok pemberontak Suriah membombardir ibukota Alleppo dengan peluru berisi gas klorin.
Kejadian ini menyebabkan 46 orang keracunan, termasuk delapan orang anak-anak harus dilarikan ke rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Menteri Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan, serangan kimia itu diluncurkan dari kawasan Idlib, zona de-eskalasi yang dikuasai oleh militan Jabhat al Nusra.
Dilansir dari Reuters, saat ini Moskow berencana berbicara dengan Turki semenjak insiden tersebut. Sebab diketahui, Ankara merupakan penjamin genjatan senjata terhadap oposisi yang berada di wilayah tersebut.
APBN 2027 Disahkan, Ada Defisit Anggaran Rp671 Triliun
Pasukan Ukraina Gagal Jebol Pengepungan Rusia di Kharkov
Menteri Ben Gvir dan Pemukim Israel Serbu Masjid di Palestina
"Menurut informasi sebelumnya dipastikan bahwa kejadian tersebut gejala dari senjata beracun. Peluru biasa digunakan membombardir perumahan sipil di Allepo yang diisi dengan gas klorin," jelas Jenderal Konashenkov.
Keyword : Rusia Suriah Gas Klorin