Rusia Ancam Keluar dari Perjanjian Nuklir INF

Selasa, 20/11/2018 21:51 WIB

Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin siap membalas Amerika Serikat (AS), jika negara tersebut keluar dari perjanjian nuklir jangka menengah atau INF (Intermediate Range Nuclear Forces).

Dilansir dari Reuters, Putin bersama pejabat Kementerian Pertahanan Rusia mempertimbangkan kemungkinan pembalasan Moskow, di samping pula siap membahas Traktat INF dengan Washington.

Seperti diketahui, setelah Perang Dingin berakhir pada 1991 silam, ketegangan AS dan Rusia kembali mengerucut, terutama setelah Moskow mencaplok Krimea pada 2014 lalu, yang sebelumnya merupakan kawasan timur Ukraina.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump lalu menuding Rusia tidak mematuhi perjanjian rudal yang sudah berusia 31 tahun tersebut, dan mengancam akan keluar dari INF.

“Kremlin membantah telah melanggar perjanjian itu,” tulis Reuters.

Tudingan AS berujung pada pertemuan 31 Oktober antara Rusia dan NATO. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mendesak Negeri Beruang segera mengakhiri proyek rudal jelajah jarak menengah SSC-8, yang dinilai merusak stabilitas internasional.

Sementara para pemimpin Eropa khawatir runtuhnya perjanjian INF dapat berakibat pada perlombaan senjata baru yang tidak stabil.

TERKINI
Parlemen Lebanon Sebut Hizbullah Bertindak Melawan Kehendak Rakyat Lebanon Tentara dan Pemukim Israel Lukai Warga Palestina di Dekat Hebron KPK Sita Moge hingga Mobil Porsche dari Rumah Silmy Karim 7 Tradisi Unik Sambut Kepulangan Jemaah Haji di Indonesia