Senin, 19/11/2018 14:40 WIB
Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan siap menawarkan pengampunan kepada Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, jika mengaku dalang dari pembantaian brutal, kejam dan membunuh dari kontributor Washington Post, pembangkang Arab Saudi, Jamal Khashoggi.
Trump menyatakan telah membaca laporan CIA tentang masalah ini, dan setuju dengan pendapat CIA bahwa Pangeran Arab telah berbohong ketika dia mengatakan tidak tahu tentang Kematian mendadak Khashoggi.
Mr Trump telah menolak untuk mendengarkan rekaman pembunuhan, lantaran dia tahu apa yang terdengar seperti pembunuhan tanpa harus mendengarkan suatu rekaman.
"Ini adalah rekaman penderitaan, ini rekaman yang buruk. Aku tahu semua yang terjadi di ruangan tanpa harus mendengarnya. Itu sangat kejam, sangat ganas dan mengerikan," tulis Trump dalam akun twiter pribadinya dikutip The Spoof.
KPK Limpahkan Perkara Yaqut Cholil ke Pengadilan Setalah Musim Haji 2026
Alasan Burung Garuda Dipilih Sebagai Lambang Negara Indonesia
KPK Tunggu Laporan JPU Sebelum Panggil Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
"Tapi, pada saat yang sama, kami memiliki sekutu, dan saya ingin tetap menjadi sekutu yang dalam banyak hal telah sangat baik ,"tambahnya.
"Jika dia (Pangeran Arab) mengaku bahwa dia melakukannya, saya akan ditahbiskan sendiri sebagai seorang imam Katolik, mengenakan jubah, dan menerima dia dalam suatu pengakuan dosa, untuk menawarkan kepadanya pembersihan rohani. Saya akan menyuruhnya melakukannya" Salam Trump! "Dan" Puji Trump, karena Dia hebat! ", Dan kemudian aku akan memurnikan jiwa Arabnya yang terkutuk, berbau jahat. Kemudian kita bisa melanjutkan hubungan kembali dengan baik,"
Keyword : Jamal Khashoggi Pangeran Arab Donald Trump