Minggu, 18/11/2018 11:10 WIB
Jakarta – Sudah bukan masanya lagi seorang guru mengajarkan ilmu pengetahuan (knowledge) kepada siswanya, saat berdiri di depan kelas. Pasalnya, pengetahuan dewasa ini sudah bisa diakses oleh siapapun dan dimanapun, berkat kecanggihan teknologi internet.
“Sekarang kan bebas, knowledge bukan sesuatu yang eksklusif, tapi komoditi,” kata pemerhati pendidikan Yandramin Halim pada Sabtu (17/11) di Jakarta.
Bagi Yandramin, hal terpenting diajarkan oleh seorang guru kepada siswa ialah cara menumbuhkan nalar kritis dan daya kreatif. Sebab kedua hal itu merupakan komponen penting, di saat robot dan mesin mulai menggantikan peran manusia.
Yandramin menyoroti metode menghafal yang masih banyak dipakai oleh para guru saat mengajar di kelas. Menurutnya, cara ini harus diubah, karena apa yang siswa ketahui lewat kegiatan menghafal, tak lebih dari sebatas hafalan.
JD Vance Tegaskan AS Cukup Kuat Hadapi Ancaman Global Termasuk China
Karhutla Meluas, Pemerintah Diminta Perkuat Koordinasi Lintas Kementerian
Iran Janji Beri Respons Setara Jika Washington Patuhi MoU Islamabad
“Skill yang harus ditransfer itu skill cara berpikir, bernalar kritis. Misalnya, pelajaran geografi bikin pertanyaan kenapa penduduk jakarta semakin padat? Ini mengajak anak berpikir kritis, memecahkan masalah,” terangnya.
Keyword : Ilmu Pengetahuan Metode Belajar