Arab Saudi Tekan Ekspor Minyak 500 Ribu Bph

Senin, 12/11/2018 06:30 WIB

Riyadh - Menteri Energi Saudi, Khalid al-Falih mengatakan Arab Saudi berencana memangkas ekspor minyak sebesar 500.000 barel per hari (bpd)  per Desember 2018.

Kepada wartawan dalam pertemuan di Abu Dhabi, UAE, Fali menerakan bahwa Arab Saudi, yang merupakan eksporti minyak terbesar dunia, sudah menggenjot produksinya hingga 10,7 juta bpd sejak Oktober.

Sementara Riyadh sebelumnya sudah memutuskan untuk menurunkan produksi, sisanya dari para anggota yang tidak mencapai konsensus mengenai masalah tersebut.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang dipimpin oleh Arab Saudi, setuju pada Juni dengan blok 10 negara produsen minyak yang dipimpin oleh Rusia, untuk meningkatkan pasokan global sebesar satu juta bpd.

Dilansir dari Al Jazeera, sejak itu, produksi OPEC  meningkat 820.000 bpd sejak Mei, menurut survei OPEC S & P Global Platts terbaru.

Rusia mengatakan pada November itu mencapai tertinggi 30 tahun di 11,41 juta bph pada Oktober, peningkatan sekitar 440.000 dari Mei. Sementara, Amerika Serikat (AS) juga mencapai rekor tertinggi 11,6 juta bpd pada November, menurut laporan CNBC.

Peningkatan produksi datang menyusul para investor memperkirakan kerugian dari produksi minyak Iran, yang berada di bawah sanksi yang kembali dipulihkan pemerintah Presiden Donald Trump.

Negara Venezuela, salah satu produsen minyak utama dunia dan anggota OPEC, terperosok dalam gejolak ekonomi dan politik yang menekan produksi. Produksi minyak negara Amerika Selatan turun hampir 13 persen pada 2017, menurut angka yang dirilis oleh OPEC pada Januari.

TERKINI
Harapan Gencatan Senjata Menipis, Biden Bertemu Raja Yordania Rusia akan Praktikkan Skenario Senjata Nuklir Taktis dalam Latihan Militernya Militer Israel Serukan Palestina untuk Mengevakuasi Warga Sipil Rafah Israel Menggerebek Kantor Al Jazeera setelah Perintah Penutupan Stasiun TV Lokalnya