Minggu, 04/11/2018 23:01 WIB
Pyongyang - Korea Utara memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar segera mengakhiri sanksi ekonomi terhadap Pyongyang. Jika tidak, negara komunis tersebut akan kembali mengaktifkan pembangunan senjata nuklir.
Dilansir dari AFP, selama bertahun-tahun, Korut mengambil kebijakan byungjin yang mengembangkan kemampuan nuklir dan ekonomi secara bersama-sama.
Kebijakan itu berubah pada April lalu. Dengan mengusung tujuan damai di Semenanjung Korea, Pemimpin Korut Kim Jong Un menyatakan pembangunan nuklir telah selesai, dan negara kini fokus pada pembangunan ekonomi yang lebih sosialis.
Akan tetapi pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Korut, Pyongyang dapat kembali ke kebijakan sebelumnya jika AS tidak mengubah pendiriannya soal sanksi.
Gagal Pindah ke Brasil, Richarlison Salahkan Spurs
Mayawana Persada Terjunkan Personel Tuntaskan Penanganan Karhutla
Menang Lawan Persib, Shin Tae-yong Puji Kerja Keras Anak Asuhnya
“Kata byungjin mungkin muncul lagi dan perubahan garis itu dapat dipertimbangkan secara serius,” demikian pernyataan Kemlu Korut kepada kantor berita resmi KCNA.
Sebelumnya, dalam KTT bersejarah di Singapura pada Juni lalu, Presiden AS Donald Trump dan Kim menandatangani pernyataan samar-samar tentang denuklirisasi.
Washington sekaligus menegaskan sanksi terhadap Korea Utara tetap dipertahankan, sampai denuklirisasi mencapai titik akhir yang sepenuhnya terverifikasi. Oleh Korut, kesewenangan AS dinilai layaknya aksi gangster.
Keyword : Korea Utara Amerika Serikat Senjata Nuklir