Kamis, 01/11/2018 21:25 WIB
Tehran - Presiden Hassan Rouhani mengatakan, bulan mendatang (November) akan membuat warga Iran mengalami kesulitan ekonomi tambahan, setelah sebelumnya mengalami krisis.
"Situasi telah sulit selama bulan-bulan terakhir dan mungkin akan sulit dalam beberapa bulan mendatang juga," kata Rouhani mengacu pada sanksi Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan akan berlaku minggu depan.
Washington, jelas Rouhani, sedang berusaha membangkitkan amarah Iran terhadap pemerintah mereka.
"Faktanya, orang-orang sudah marah, tetapi mereka marah pada PBB dan kejahatannya, bukan dengan pemerintah mereka dan rezim penguasa mereka," jelasnya.
Setelah Donald Trump keluar dari kesepakan Nuklir Iran 2015, pasangan Melania itu menjatuhkan sanksi kepada Negeri Para Mullah di sektor industri minyak dan gas. Hukuman tersebut mulai berlaku pada 4 November.
Sejauh ini, Iran sudah berusah untuk melawan efek sanksi yang disetujui dengan Turki dan Azerbaijan. Ketiga negara itu sepakat menggunakan mata uang lokal dalam perdagangan bukan dolar AS.
Korut Tembakkan Rudal Balistik, Ketegangan Regional Meningkat
Zelensky Geram Trump Longgarkan Sanksi Minyak Rusia
Tersandung Skandal Dubes, Jajaran Kabinet Kompak Dukung PM Inggris
Keyword : Sanksi Eknomi Amerika Serikat Iran