Kamis, 01/11/2018 20:10 WIB
New York – Sehari sebelum memperingati Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas untuk Kejahatan Terhadap Jurnalis, 2 November 2018, Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa setidaknya 88 wartawan tewas sepanjang 2018.
"Dalam lebih dari satu dekade, lebih dari seribu wartawan tewas dibunuh ketika melakukan sedang meliput. Sembilan dari sepuluh kasus belum terselsaikan, tanpa ada yang bertanggung jawab," kata Antonio Guterres, Kamis (1/11).
Ia mengungkapkan bahwa wartawan perempuan sering berisiko lebih besar menjadi sasaran karena pekerjaan dan gender mereka. “Ribuan orang telah diserang, dilecehkan, ditahan atau dipenjarakan dengan tuduhan palsu, tanpa proses hukum."
Ia memperingatkan bahwa kasus tersebut seharusnya tidak menjadi hal yang biasa. "Ketika para wartawan menjadi sasaran, masyarakat secara keseluruhan akan menjadi dampaknya."
Peringatan Hari Keluarga Setiap 15 Mei, Ini Sejarah dan Makna di Baliknya
15 Mei 2926: Cek Daftar Peringatan Hari Ini
Perkuat Implementasi ESG, BRI Life Gelar Berbagai Program Kemasyarakatan
Guterres pun mendesak pemerintah dan komunitas internasional untuk melindungi wartawan dan menciptakan kondisi yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka. "Kerja wartawan mengingatkan kita bahwa kebenaran tidak pernah mati."
Ia juga mengatakan apa yang disampaikan wartawan bukanlah kejahatan, dan mendesak dunia untuk menjaga komitmen mereka terhadap hak fundamental kebebasan berekspresi. (Irna)