Surplus 2,8 Juta Ton, Kementan Tegaskan Tak Ada Impor Beras

Selasa, 30/10/2018 19:11 WIB

Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Syukur Iwantoro mendesak semua pemangku kepentingan segera mengakhiri polemik perberasan, dan fokus pada peningkatan kesejahteran petani.

"Adanya pendapat sejumlah pihak yang masih berpikir perlunya impor dikhawatirkan dapat mendemotivasi petani padi. Nah jika petani tidak menanam, bangsa ini tidak makan," kata Syukur dalam keterangan tertulisnya ke Redaksi, Selasa (30/10).

Syukur mengatakan, data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan produksi beras dalam negeri surplus 2,8 juta ton sudah cukup membuktikan tidak perlunya impor beras.

"Fakta telah menunjukkan, sekalipun dengan menggunakan metode baru, Metode Kerangkasampel Area (KSA), terbukti produksi padi pada 2018 masih lebih tinggi dari kebutuhannya," terang Syukur.

Selain itu, lanjut Syukur, Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah menegaskan, tahun ini tidak ada impor beras yang diperkuat pernyataan Kepala Dirut Perum Bulog, Budi Waseso bahwa stok beras aman hingga  pertengahan tahun depan.

Menurut Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, BPS merupakan satu-satunya lembaga yang diakui undang-undang sebagai referensiacuan data nasional. Karena itu, Kementan akan terus berpegang pada data yang dikeluarkan oleh BPS.

TERKINI
Biji Kelor Bisa Bersihkan Mikroplastik dari Air Minum, Ini Hasil Studinya Awalnya Diabaikan, Fosil Tengkorak Hancur Ini Kini Ubah Sejarah Dinosaurus Pansus RUU HPI DPR Bahas Nasib Pekerja Migran Rukun Haji yang Tidak Boleh Dilewatkan, Apa Saja?