Polusi Udara Renggut 600.000 Nyawa Anak-anak Per Tahun

Selasa, 30/10/2018 12:46 WIB

Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengungkapkan, populasi udara merenggut 600.000 nyawa anak setiap tahun dan menyebabkan gejala mulai dari hilangnya kecerdasan hingga obesitas dan infeksi pada telinga.

Untuk mengurangi dampak tersebut, WHO menyarankan agar para ibu rumah tangga menggunakan bahan bakar lebih sedikit saat memasak dan pemanasan, dan untuk para pria agar tidak merok di tempat umum.

"Udara yang tercemar meracuni jutaan anak dan menghancurkan hidup mereka," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan.

"Sebagian besar wilayah Asia, Afrika, dan Amerika Latin termasuk yang terparah. Ini tidak bisa dimaafkan. Setiap anak berharap menghirup udara bersih sehingga mereka dapat tumbuh dan memenuhi potensi penuh mereka," sambungnya.

Laporan WHO yang terangkum dalam, "Resep Udara Bersih," merangkum pengetahuan ilmiah terbaru tentang efek pada anak-anak polusi udara, yang mempengaruhi sekitar 93 persen anak-anak secara global.

Maria Neira, kepala penentu kesehatan WHO, mengatakan, temuan mengkhawatirkan yang disorot dalam penelitian ini, termasuk bukti polusi  menyebabkan kelahiran mati dan kelahiran prematur, serta penyakit ke masa dewasa.

"Sesuatu yang penting juga adalah masalah pengembangan neuro ini," katanya.

"Bayangkan bahwa anak-anak kita akan memiliki IQ kognitif yang kurang. Kami berbicara soal risiko generasi baru mengalami penurunan IQ. Ini bukan hanya baru tetapi sangat mengejutkan," tegasnya.

Ada bukti yang jelas dan konsisten dari hubungan antara pencemaran udara ambien dan otitis media, atau infeksi telinga. Beberapa bukti mengungkapkan, populasi menyebabkan kegemukan dan resistensi insulin pada anak-anak.

"Polusi udara juga dapat menyebabkan kanker pada masa kanak-kanak, asma, fungsi paru-paru yang buruk, pneumonia dan jenis lain dari infeksi saluran pernapasan akut yang lebih rendah," kata laporan itu. (Arab News)

TERKINI
Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi Gencatan Senjata Masih Berlaku, Israel Terus Bombardir Gaza Skin Booster dari Kulit Mayat Tuai Kontroversi di Korsel Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar