Presiden Jokowi Gratiskan Tarif Tol Jembatan Suramadu

Minggu, 28/10/2018 09:12 WIB

 Jakarta  - Presiden RI Joko Widodo secara resmi membebaskan tarif tol Jembatan Nasional Suramadu. Tujuannya  untuk membuat perekonomian Madura menjadi berkembang dan meningkat.

"Dengan menjadi jembatan non tol biasa, kita harapkan pertumbuhan ekonomi Madura akan semakin baik, investasi akan datang semakin banyak, properti, turisme, semua akan berkembang di kabupaten-kabupaten Surabaya," kata Presiden yang biasa Jokowi.

Sejak tahun 2015, sejumlah tokoh masyarakat dan agama pernah mengajukan pembebasan tarif tol tersebut. Setelah dihitung, kata Jokowi lagi, dan dikaji maka akhirnya kita gratiskan," ujarnya.

tarif tol Jembatan Nasional Suramadu yang berlaku sejak 2015 lalu berkisar di angka Rp15.000 (golongan I) hingga yang paling mahal di angka Rp45.000 (golongan V). Adapun pada tahun 2009, tarif tol tersebut berkisar di angka Rp30.000 (golongan I) hingga Rp90.000 (golongan V).

Menurut Jokowi, karena pemasukan yang diperoleh negara dari tarif jalan tol  tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi Madura.  "Pernah ada investasi untuk penanaman tebu di Madura. Sudah dimulai, tapi karena biaya logistik, biaya transportasi, jadi batal. Tidak jadi gara-gara ini," katanya dilansir Anadolu.

Jembatan Nasional Suramadu panjangnya 5.438 meter yang melintasi Selat Madura. Jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa (Surabaya) dan Pulau Madura (Bangkalan). Dan menjadi terpanjang di Indonesia saat ini.


TERKINI
Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah Bolehkah Meminta Kematian Saat Ditimpa Ujian Berat? Ini Hukum Pamer Kekayaan atau Flexing dalam Islam Inilah Ciri-Ciri Mukmin Sejati Menjelang Kematian