Sabtu, 27/10/2018 22:26 WIB
Jakarta - Seorang pejabat Perserikatan Bangsa-bangsa menyebut kelompok Houthi menculik 20 wartawan dan pekerja media di ibukota Yaman Sanaa, Jumat (26/10) waktu setempat.
"Milisi Houthi menculik 20 wartawan dan pekerja media selama partisipasi mereka dalam pidato anti-kebencian dan hasutan untuk melakukan kekerasan dalam acara media Yaman," juru bicara Komisi Penyelidikan Nasional Yaman, berafiliasi dengan Kantor Komisi Tinggi PBB untuk Manusia Hak (OHCHR), Ishraq Al-Maqtary.
Di antara wartawan yang diculik, Al-Maqtary menjelaskan, adalah mantan kepala Sindikat Jurnalis Yaman Abdul-Bari Tahir, Ashraf Al-Rayfi, Adel Abdulmoghni, Mohammed Shamsan, Moin Al-Najri, Fatima Al-Aghbari, Zakaria Al-Husami dan Mohammed Al-Gilani
Kelompok Houthi belum menanggapi pernyataan Al-Maqtary tersebut. Yaman yang miskin tetap dalam keadaan perang sipil sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibukota Sana`a.
Trump Sebut AS dan China Sama-sama Tak Ingin Iran Punya Senjata Nuklir
200 Ribu Anak Terpapar Judol, Komdigi: Mayarakat Harus Jadi Garda Edukasi
Prabowo Minta TNI dan Polri Berbenah: Tidak Boleh Becking Macam-macam
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan kampanye udara besar-besaran yang bertujuan untuk membalikkan keuntungan militer Houthi dan menopang pemerintah Yaman yang diperangi.
Menurut pejabat PBB, lebih dari 10.000 orang tewas dalam perang, sementara lebih dari 11 persen penduduk negara itu mengungsi.
Keyword : Kelompok Houthi Pekerja Media