Jum'at, 19/10/2018 10:55 WIB
Berlin - Partai oposisi Jerman, Dietmar Bartsch, mendesak Kanselir Angela Markel menangguhkan penjualan senjata ke Arab Saudi menyusul hilangnya jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi.
Bartsch, pimpinan kelompok parlementer partai, mengkritik pemerintahan Merkel karena tidak mengambil sikap tegas terhadap Riyadh.
"Sikap lunak pemerintah saat ini, yang tampaknya karena kesepakatan ekonomi besar, tidak dapat diterima," tegas Bartsch saat diwawancara televisi ARD, Kamis waktu setempat (19/10).
"Penjualan senjata ke Arab Saudi harus disetop. Tidak mungkin melanjutkan hubungan dengan kediktatoran seperti itu," tambahnya.
Galatasaray Siapkan Tawaran Besar untuk Gabriel Martinelli
Jerman Catat 12.500 Kematian Terkait Gelombang Panas Sepanjang Tahun Ini
Sungai Rhine Surut, Pelayaran Kargo Jerman Terganggu dan Ekonomi Terancam
Khashoggi menghilang sejak dia memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Di hari yang sama, 15 warga Saudi termasuk beberapa pejabat tiba di Turki dengan dua pesawat dan menyambangi konsulat.
Otoritas Saudi belum memberikan penjelasan tentang nasib Khashoggi, sementara beberapa negara terutama Turki, Amerika Serikat, dan Inggris telah mendesak agar kasus ini diusut sesegera mungkin. (aa)
Keyword : Arab Saudi Turki Jamal Khashoggi Jerman