Kamis, 18/10/2018 17:10 WIB
Jakarta - Organisasi non-pemerintah yang berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Watch (HRW) menuding rezim Suriah mencegah orang-orang terlantar di daerah yang sebelumnya dipegang oleh pasukan oposisi untuk kembali ke rumah dan properti mereka.
Organisasi itu mengutip seorang penduduk kota Qaboun; daerah yang sebelumnya dikuasai oposisi mengatakan bahwa pasukan pemerintah menghancurkan properti mereka tanpa peringatan dan tanpa memberikan alternatif tempat tinggal baru.
Pengawas hak mengatakan telah menganalisa citra satelit di atas lingkungan Qaboun yang menunjukkan pembongkaran ekstensif yang dimulai pada Mei 2017 lalu setelah pertempuran berakhir di sana.
Wakil Direktur Timur Tengah di Human Rights Watch Lama Faqih mengatakan Rusia dan Suriah menyerukan orang-orang untuk kembali menarik dana rekonstruksi, tetapi seperti biasa dengan pemerintah Suriah, kenyataannya jauh berbeda.
Ratusan Eks Diplomat hingga Menteri Desak Uni Eropa Lawan Israel
Penyiksaan Berlanjut, Israel Perpanjang Penahanan Dua Aktivis Gaza
Warga Palestina yang Tewas di Gaza Meningkat Menjadi 72.610
"Rupanya di bawah kedok hukum hak milik yang terkenal buruk, pemerintah Suriah sebenarnya menghalangi warga untuk kembali," katanya dilansir Memo.