Kamis, 11/10/2018 11:11 WIB
Tokyo – Harga minyak mentah dunia jatuh ke posisi terendah dalam dua minggu terakhir pada Kamis (11/10) pagi.
Penurunan harga tersebut disebabkan oleh naiknya persediaan minyak mentah Amerika Serikat, sementara pasar saham AS tergelincir dengan indeks saham S&P 500 sehari sebelumnya.
Kekhawatiran pasokan juga berkurang kendati Badai Michael menerjang Florida pada Rabu (10/10) kemarin. Musibah tersebut setidaknya menyebabkan satu korban tewas, dan kerusakan yang meluas.
Dilansir dari Reuters, minyak mentah Brent berjangka LCOCc1 turun US$1,22 atau 1,5 persen di angka US$81,87 per barel pada 02.37 GMT. Sebelumnya Brent sempat berada di posisi terendah sejak 28 September dengan harga US$81,61 per barel.
Blokade AS Mulai Lemahkan Kapasitas Produksi Minyak Iran
PM Jepang dan Australia Sepakat Amankan Pasokan Energi
China Tolak Sanksi AS atas Lima Importir Minyak dari Iran
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga turun sebesar US$1 atau 1,4 persen menjadi US$72,17 per barel. Harga tersebut turun 2,4 persen dari sesi sebelumnya.
Seperti diketahui, saham-saham di pasar dunia turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir pada Rabu kemarin, dengan indeks saham S&P 500 jatuh lebih dari 3 persen, penurunan terbesar sejak Februari.
Keyword : Minyak Amerika Serikat Migas