Kamis, 11/10/2018 06:50 WIB
Istanbul – Setelah mendapat tekanan dari mata uang asing, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta negara-negara Afrika untuk berdagang dan melakukan bisnis bersama dengan Turki menggunakan mata uang lokal.
"Mari bersama-sama selamatkan perdagangan kita dari risiko yang ditimbulkan oleh mata uang asing," katanya di Forum Ekonomi dan Bisnis Turki-Afrika di Istanbul pada Rabu (10/10) kemarin.
Pria 64 tahun itu menggarisbawahi bahwa Turki dan juga negara lain harus mengambil langkah-langkah konfkrit untuk menyelamatkan negara mereka dari tekanan mata uang asing.
"Kami memprioritaskan masalah ini (perdagangan dalam mata uang lokal) karena negara itu menghadapi serangan spekulatif baru-baru ini," kata presiden.
Cegah Ebola, Bahrain Tangguhkan Kedatangan Wisatawan dari 3 Negara Afrika
WHO Deklarasikan Status Gawat Darurat Wabah Ebola di Afrika
Perbatasan Suriah-Turki Dibuka Perdana sejak 12 Tahun
Erdogan mengatakan penting untuk percaya bahwa cara alternatif itu mungkin.
"Kami siap untuk meningkatkan hubungan perdagangan kami menggunakan mata uang lokal tidak hanya dengan mitra dagang utama kami tetapi juga dengan teman-teman Afrika kami," tambahnya.
Turki telah mendorong perdagangan dengan mata uang lokal, menuduh pemerintah AS menggunakan dolar sebagai alat untuk menyerang ekonomi negara-negara lain. (aa)