Turki: Jurnalis "Pembangkan" Arab Saudi Dibunuh Berencana

Minggu, 07/10/2018 08:31 WIB

Angkara - Penyedik Turki yakin bahwa jurnalis terkemuka Saudi, Jamal Khashoggi, yang menghilang empat hari lalu setelah memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul, sudah tewas.

"Penilaian awal terhadap polisi Turki adalah bahwa Khashoggi telah tewas di konsulat Arab Saudi di Istanbul. Kami percaya bahwa pembunuhan itu direncanakan dan mayat itu kemudian dipindahkan dari konsulat," kata seorang pejabat Turki kepada kantor berita Reuters, Sabtu (6/10).

Pembunuhan pengkritik terkemuka rezim Saudi datang empat hari setelah memasuki konsulat kerajaan di Istanbul pada Selasa (2/10).

Sebelumnya pada Sabtu, sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa delegasi 15 pejabat Saudi tiba di Turki pada hari Khashoggi yang berusia 59 tahun menghilang.

"Para pejabat Saudi terbang ke Istanbul pada dua penerbangan yang berbeda pada Selasa," kata koresponden Al Jazeera di Istanbul Jamal Elshayyal mengutip sumbernya, menambahkan bahwa tidak jelas apakah delegasi Saudi terdiri dari pejabat keamanan atau diplomatik.

Pengungkapan itu datang ketika Turki memperluas penyelidikannya ke hilangnya wartawan Saudi yang tidak setuju setelah Arab Saudi gagal mendukung klaimnya bahwa ia meninggalkan konsulat pada Selasa.

Partai berkuasa Turki juga mengatakan akan "mengungkap" rincian seputar hilangnya Khashoggi, menambahkan bahwa sensitivitas negara terhadap masalah itu berada di "tingkat tertinggi".

"Kondisi wartawan yang hilang, rincian tentang dia dan siapa yang bertanggung jawab atas hal ini akan terungkap," juru bicara Partai AK Omer Celik mengatakan kepada wartawan pada pertemuan puncak partai yang diketuai oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Al Jazeera)

TERKINI
Legislator PDIP Kritisi Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat? Jumat Pagi, Tiga Gunung Api di Malut dan NTT Meletus Anggaran Terbatas, Kementrans Fokus Transformasi Transmigrasi pada 2027 Wamentrans Apresiasi DPR Dukung Penguatan Anggaran Kementrans untuk 2027