Senin, 01/10/2018 13:55 WIB
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat dalam kurun lima tahun terakhir, produksi jagung, padi dan kedelai (PJK) mengalami peningkatan tajam.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Sumarjo Gatot Irianto, dalam konfersni pers tentang produksi Padi, Jagung, Kedelai dan Pemanfaatan Alsintan, Pasar Minggu, Senin (1/10).
Gatot merinci, peningkatan produksi padi naik 4,07 persen, jagung 12,5 persen dan kedelai 8,79 persen per tahun.
"Luas panen ketiga komoditas itu selama kurun waktu lima tahun terakhir juga mengalami peningkatan. Untuk padi 3,79 persen, jagung 11,05 persen dan kedelai 11,65 persen per tahun," terang Gatot.
Kawasan Transmigrasi Salor Papua Disiapkan jadi Pusat Riset Padi
Kejagung Ajukan Kasasi Terhadap Marcella Santoso di Kasus Ekspor CPO
Perkuat Ketahanan Pangan, DPR Dorong Percepatan Program Strategis Kementan
Selain itu, Gatot juga mencatat, produksi dan luas panen komoditas PJK pada Angka ramalan I 2018 lebih tinggi dibandingkan angkat tetap 2017.
Puncak produksi padi pada Maret, yaitu 12,42 juta ton Gabah Kering Giling dengan luas panen 2,3 juta Hektare. Produksi jagung pada Febuari, yaitu 4,29 juta ton dengan luas panen859 ribu Hektare. Sementara produksi kedelai pada April 2018 yaitu 116,02 ribu ton biji kering denga luas panen 82,7 ribu hektare.
Gatot mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari bantuan bibit dan alat mesin pertanian. Tercatat dari 2014 hingga 2018 bantuan alsintan sebanyak 52.324 unit. Di antaranya, combine harvester, dryer, power thresher, corn sheller, corn combine harvester, rice miling unit dan SP3T.
"Penyediaan benih PJK seluas 6.788,210 hektare, yaitu benih padi inbrida 3,3 juta hektare, jagung, 2,8 juta hektare, kedelai 546 juta hektare, pada hibrida 100 ribu hektare" terang Gatot.
Keyword : Sumarjo Gatot Irianto Kementan padi jagung kedelai