Kamis, 27/09/2018 10:30 WIB
Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh China berupaya mengintervensi pemilu kongres AS pada 6 November 2018. Tujuannya untuk balas dendam atas sikap keras Gedung Putih pada perdagangan.
"China telah berusaha ikut campur dalam pemilihan pemerintahan saya pada November 2018," kata Trump pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Rabu (26/9).
"Mereka tidak ingin saya atau kami menang karena saya adalah presiden pertama yang pernah menantang Tiongkok dalam perdagangan," kata Trump.
"Kami menang dalam perdagangan, kami menang di setiap tingkat. Kami tidak ingin mereka ikut campur atau ikut campur dalam pemilihan mendatang kami ," sambungnya.
Trump Sebut Ancaman Ini Lebih Mengerikan Ketimbang Depresi Ekonomi Global
Pengamat: Data Strategis Indonesia Tak Boleh Lepas dari Kendali Negara
Trump Tolak Mentah-mentah Ajakan `Balikan` dari Pemimpin Negara Ini
Meski begitu, Trump tidak membeberkan bukti yang mendukung dugaannya itu. Ia hanya memastikan memiliki bukti untuk mendukung klaimnya tersebut.
"Kami punya bukti. Itu akan dikeluarkan. Saya tidak bisa bilang sekarang," kata Trump.
Di tempat yang sama, pemerintah China menepis tudingan tersebut. Ia mengatakan, klaim Trump tersebut tidak beralasan dan cenderung politis.
"Kami tidak dan tidak akan ikut campur dalam urusan domestik negara manapun. Kami menolak untuk menerima tuduhan tidak beralasan terhadap China," kata diplomat China Wang Yi kepada Dewan Keamanan. (Al Jazeera)
Keyword : China Amerika Serikat Donald Trump