AS Persulit Dialog Rusia

Rabu, 29/08/2018 07:25 WIB

Moskow - Sanksi putaran pertama Amerika Serikat (AS) ke Rusia karena kasus upaya pembunuhan mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal di Salisbury, Inggris, mulai berlaku pada Senin lalu.

Keputusan tersebut adalah bagian dari kebijakan untuk mengikis struktur internasional di bidang pengendalian senjata dan non-proliferasi, termasuk pelarangan senjata kimia.

Pembatasan dalam sanksi itu di antaranya melarang penjualan senjata dan ekspor barang penggunaan ganda dan teknologi ke Rusia, serta penyediaan bantuan luar negeri dan penerbitan pinjaman apapun ke negara tersebut.

Dengan langkah-langkah seperti itu, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, Washington semakin mempersulit kemungkinan dialog mengenai masalah-masalah multilateral dan bilateral.

Zakharova menambahkan bahwa sanksi tersebut tidak berkontribusi pada dialog dan interaksi bilateral yang terhormat dan beradab.

Seperti diktahui, Sergei dan putrinya, Yulia Skripal, diracun gas saraf pada bulan Maret. Kini Skripal telah pulih dari serangan itu.

Pemerintah Inggris menuding Rusia bertanggung jawab atas insiden itu, dengan menghubungkan insiden itu dengan serangkaian senjata kimia yang dikembangkan oleh Rusia yang dikenal sebagai Novichok. (aa)

TERKINI
Mengapa Hari Menjahit Sedunia Diperingati Setiap 13 Juni? Hari Kesadaran Albinisme Sedunia Setiap 13 Juni, Ini Sejarahnya 13 Juni 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini Menlu Iran Sebut Kesepakatan dengan AS Tinggal Selangkah Lagi