Senin, 27/08/2018 18:25 WIB
Beijing - Pemerintah China tidak akan mengikuti sanksi minyak Amerika Serikat (AS) terhadap Tehran. Demikian disampaikan Nikkei pada harian Jepang Asian Review pada Minggu kemarin (26/8).
Nikkei mengatakan, China pengimpor besar minyak Iran karena itu tidak masuk akal jika Beijing setuju untuk menyetujui sanksi sepihak Gedung Putih terhadap Iran.
Surat kabar itu menambahkan hubungan antara Iran dan China pada dasarnya bersahabat. Keduanya menikmati hubungan erat dalam ekonomi, energi, dan perdagangan.
Menurut artikel itu, China berulang kali menekankan kelanjutan hubungan perdagangan normal dan pembelian minyak dari Iran. Juga dikatakan bahwa presiden kedua negara mengadakan pertemuan di sela-sela Organisasi Kerjasama Shanghai.
Israel Diduga Membangun Pos Militer Rahasia di Irak untuk Lawan Iran
Ini Isi Proposal AS untuk Mengakhiri Perang dengan Iran
Inilah 6 Poin yang Jadi Kendala dalam Negosiasi Iran dan AS
China, sebagai penandatangan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), juga dikenal sebagai Kesepakatan Iran, berkomitmen pada kesepakatan itu.
Sanksi AS tidak akan berpengaruh pada China, terutama karena fakta bahwa Beijing telah membentuk pasar saham minyak berdasarkan Yuan. Selain itu, Iran seperti apa yang ada sebelum perjanjian 2012, setuju untuk menerima Yuan sebagai pembayaran.
Keyword : China Amerika Serikat Iran minyak