BIN Soal Pemulangan Neno Warisman dari Riau

Senin, 27/08/2018 15:57 WIB

Jakarta - Badan Intelijen Negara (BIN) memberi penjelasan terkait pemulangan Neno Warisman dari Riau dalam acara Tour Musik bertajuk "#2019 Ganti Presiden" yang menuai pro dan kontra.

Jubir Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto mengatakan, BIN bekerja sesuai dengan konstitusi yang berlaku. Menurutnya, pihak Kepolisian Daerah Riau juga tidak memberikan izin atas acara tersebut.

"BIN bertugas menjaga marwah konstitusi, demikian juga BINDA  bertugas untuk  tetap menjaga tegaknya aturan dan ketertiban di daerah," kata Wawan, melalui rilisnya, Jakarta, Senin (27/8).

Menurutnya, tatkala ada pengajuan izin bahwa Neno Warisman mau berkunjung dan memberikan orasi dalam acara musik tersebut, dan ternyata tidak mendapatkan izin, maka BINDA dan aparat keamanan setempat wajib menjaga tegaknya wibawa aturan tersebut.

"Neno Warisman tetap tidak diperkenankan untuk menghadiri acara tersebut. Hal ini adalah langkah antisipasi agar tidak terjadi bentrokan dengan masyarakat yang menolak kehadiran Neno," terangnya.

Kata Wawan, KABINDA Riau selaku penanggung jawab Kominda (Komite Intelijen Daerah) menjadi pihak yang harus berada di garis depan guna mengambil langkah preventif agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Himbauan untuk kembali ke Jakarta terhadap Neno Warisman adalah jalan terbaik dari pada terjadi bentrokan dan menghindari jatuhnya korban dan tentu akan muncul masalah baru atas legalitas acara tersebut," katanya.

Wawan menegaskan, tidak ada keberpihakan atau upaya tidak netral dari BIN dalam perhelatan Pemilu 2019, akan tetapi menjaga keselamatan warga dan upaya cegah dini untuk hal-hal yang tidak diinginkan mutlak harus dilakukan.

"Sehingga hal ini bukan dimaksudkan untuk keberpihakan, tetapi untuk menjaga keselamatan dan tegaknya aturan setelah tidak ada izin atas acara tersebut," tegasnya.

TERKINI
Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai Mengapa Hari Hipertensi Sedunia Diperingati Setiap 17 Mei? Ini Sejarahnya Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia Hari Buku Nasional 17 Mei, Ini Sejarah dan Alasan Diperingati Setiap Tahun