Senin, 06/08/2018 10:20 WIB
Jakarta - Setelah mulai meredup dalam setahun terakhir, wabah baru virus Ebola kembali menyerang masyarakat, khususnya di wilayah Afrika. Bahkan di Republik Demokratik Kongo (DRC) virus tersebut telah menewaskan sedikitnya 33 orang dan mengancam puluhan nyawa.
Badan Kesehatan Dunia itu mengatakan ada 43 kasus penyakit, 13 dikonfirmasi dan 30 kemungkinan, di provinsi Kivu Utara. Para pejabat mengatakan mereka menguji 33 kasus yang diduga lain.
Di antara yang sakit ada tiga petugas layanan kesehatan, dua di antaranya meninggal. Pemrintah DRC menyatakan wabah mulai muncul pada Rabu setelah wabah sebelumnya dianggap sudah berakhir.
Provinsi Kivu Utara adalah rumah bagi lebih dari 1 juta orang terlantar di tengah pertempuran antara pemerintah dan kelompok militan. Ada juga perdagangan lintas batas yang sering dengan Uganda, yang dapat mempersulit penahanan penyakit.
Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah
Berbagai Manfaat Berjemur di Pagi Hari untuk Tubuh Anda
Berbagai Makanan Tinggi Serat yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan
Wabah Ebola dari 2014 hingga 2016 menewaskan lebih dari 11.000 orang di Sierra Leone, Liberia, dan Guinea. Ini adalah wabah ketiga di DRC tahun ini.