Minggu, 05/08/2018 18:01 WIB
Seoul - Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha menyangkan sikap Menlu Korea Utara, Ri Yong-ho yang menolak tawaran untuk berdialog. Padahal keduanya hadir dalam Forum Regional ASEAN di Singapura akhir pekan ini.
"Sayangnya, itu tidak diatur. Tapi saya pikir kita harus sepenuhnya menghormati posisi pihak lain," kata Kang.
Menurut Yonhap, Ri memanfaatkan kehadirannya di forum itu untuk meyakinkan para peserta untuk mengurangi sanksi terhadap Korea Utara.
Ia juga menyampaikan pidato yang mengkritik Amerika Serikat karena mengenakan hukuman internasional atas Korea Utara yang terakhir diberlakukan setelah uji nuklir keenam Korea Utara September lalu.
Prabowo Tuntaskan KTT ASEAN dengan Fokus Ketahanan Pangan dan Energi
ASEAN Teken Ratifikasi APSA, Perjanjian Berbagi BBM saat Krisis
AirNav-CAAS Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara
Media massa Korut juga menunjukkan sikap frustrasi terhadap Korea Selatan yang dinilai gagal menindaklanjuti suasana damai baru-baru ini. Ri tampaknya merasa tak mempunyai kapasitas untuk menerima tawaran Korsel untuk bertemu dalam forum itu.
Namun kedua menteri luar negeri itu berpapasan pada jamuan makan malam di Singapura. "(Kami) melakukan percakapan singkat tapi jujur," ungkap Menlu Korsel Kang.
Ia setidaknya mempertahankan beberapa optimisme, menunjuk ke Majelis Umum PBB bulan depan di New York sebagai kesempatan "penting" untuk bekerja menuju tujuan perdamaian Seoul dan Pyongyang.
Meskipun Washington keberatan dengan perjanjian damai kedua Korea sebelum Pyongyang memenuhi janji denuklirisasi.(aa)
Keyword : Korea Utara Singapura ASEAN