Iran Sebut AS Candu Sanksi

Senin, 30/07/2018 06:42 WIB

Tehran - Amerika Serikat adalah pencandu sanksi dan telah memberlakukan sanksi ke berbagai negara lebih dari negara lain di dunia. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, Minggu (29/7) kemarin.

"Catatan hubungan luar negeri AS menunjukkan, setiap titik dalam sejarah, sebagian besar sanksi terhadap sejumlah negara tertinggi diberlakukan oleh Gedung Putih," kata Mohammad Javad Zarif dalam pertemuan bersama dengan duta besar Iran.

Menurut Zarif, Washington memberlakukan lusinan sanksi terhadap Negeri Para Mullah karena sejumlah alasan, termasuk program nuklir negara itu.

Pada Mei lalu, Donald Trump, menarik secara unilateral AS dari Kesepakatan Nuklir Iran 2015, dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Tehran. Selain itu, pasangan Melania itu juga mendesak sekutunya segara menghentikan impor minyak dari Iran mulai November.

"Amerika adalah pecandu sanksi, dan kecanduan telah mencegah mereka, bahkan dalam hal jabatan Obama, dari memenuhi kewajiban mereka," kata Zarif, dilansir IRNA, Senin (30/7).

"Mereka lebih peduli dengan sanksi yang mereka tolak untuk meringankan," tambahnya.

Sekedara diketahui, berdasarkan pakta 2015 yang disepakati anggota tetap PBB, Iran setuju untuk mengekang kesepakatan nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi ekonomi.

TERKINI
Hari Ini, Rawit Merah Rp63.850 per Kilogram BGN Sebut MBG Laboratorium Bagi Kampus, Semua Fakultas Bisa Terlibat Legislator PKB: Skandal Seksual di Pesantren Pati Pelanggaran HAM Berat Naik Rp30.000, Harga Emas Antam jadi Rp2,79 Juta per Gram