Rabu, 06/05/2026 10:39 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengajak seluruh sivitas akademika di universitas untuk menjadikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai laboratorium hidup yang menumbuhkan ekosistem riset, kajian, serta pengembangan pendidikan yang berkualitas.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S. Deyang menyebut Program MBG sebagai ruang pembelajaran nyata bagi dunia kampus.
"MBG adalah laboratorium bagi kampus. Semua fakultas bisa terlibat dan mengambil peran sesuai bidangnya," kata Nanik dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Ia menekankan Program MBG lahir dari kepedulian atas masih banyaknya masyarakat yang belum mendapatkan akses pangan layak. "Masih banyak saudara kita yang belum bisa makan dengan baik. Ini yang menjadi semangat utama Program MBG," ujar Nanik.
Buruh Tak Faham Manfaat MBG, Pengamat: Problem Tim Komunikasi Presiden
Menko PM: MBG Penggerak Ekosistem Ekonomi Lokal dari Desa hingga Nasional
Respons BGN soal Pengadaan Laptop 32.000 Unit dan Alat Makan Rp4 T
Melalui Program MBG, kata dia, BGN membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk memberi masukan agar pelaksanaan MBG berjalan lebih efektif. Salah satu bentuk kontribusi yang diharapkan adalah keterlibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN), khususnya dari bidang kesehatan.
Nanik juga mendorong keterlibatan lintas sektor, termasuk BUMN melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Nanik mencontohkan Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, yang menjadi pionir pendirian SPPG dan telah diresmikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto bersama Kepala BGN Dadan Hindayana pada Selasa (28/4) lalu.
Unhas menjadi pelopor bagi kampus lain dalam mengoptimalkan peran MBG. "Kami berharap Unhas memelopori kampus-kampus lain agar MBG benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Nanik.
Ia juga mengapresiasi kesiapan fasilitas dan sumber daya Unhas, termasuk laboratorium yang dapat membantu proses investigasi jika terjadi kejadian luar biasa dalam pelaksanaan Program MBG.
"Kami bahkan berharap laboratorium Unhas bisa membantu pengecekan jika terjadi kejadian menonjol keamanan pangan," ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung Program MBG menjadi bagian dari upaya peningkatan gizi nasional sekaligus penguatan ekonomi lokal.
Jamaludin mengemukakan Program MBG bukan sekadar program sektoral, melainkan agenda besar lintas disiplin di lingkungan kampus. "Bagi Unhas, MBG itu bukan hanya program satu fakultas, melainkan seluruh fakultas harus terlibat," ujarnya saat membuka kegiatan BGN Goes to Campus yang digelar di Auditorium Prof. A. Amiruddin Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Ia menegaskan MBG menjadi program strategis yang dapat dimanfaatkan kampus untuk berkontribusi dan terlibat aktif dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"MBG adalah program yang dahsyat, sayang sekali kalau kampus hanya menjadi penonton," kata Rektor Jamaluddin Jompa. (Ant)