Gegara Uber, Sopir Taksi se-Madrid Gelar Aksi Mogok

Minggu, 29/07/2018 10:46 WIB

Madrid - Pengemudi taksi Madrid, Spanyol menggelar aksi mogok pada Sabtu (28/7) kemarin, dalam rangka solidaritas dengan para sopir taksi Barcelona yang memprotes "persaingan tidak sehat" dari Uber dan Cabify.

Federasi taksi Madrid mengklaim 15.000 pengemudi di ibu kota telah bergabung dengan gerakan itu, dan itu akan menyebar ke kota-kota lain.

"Semua taksi secara spontan dan progresif berhenti bekerja, melumpuhkan layanan di ibu kota, di bandara, di sekitar stasiun bus dan kereta api," kata sekretaris federasi Santiago Simon Vicente kepada AFP.

"Masalah utamanya adalah proliferasi lisensi VTC," katanya.

"Ada lebih banyak lagi, ribuan, dan itu persaingan tidak sehat," lanjutnya.

Federasi meminta pihak berwenang untuk menegakkan undang-undang, di mana harus ada 30 taksi tradisional untuk setiap VTC (Kendaraan Wisata dengan Sopir). Sementara saat ini hanya ada lima untuk setiap VTC, kata Vicente.

Pengemudi taksi mengurangi akses ke pusat Barcelona pada Jumat lalu, setelah pemerintah Spanyol mengajukan banding atas keputusan yang disetujui oleh pihak berwenang Barcelona, terkait pembatasan jumlah lisensi untuk layanan Uber.

"Hari ini semuanya diblokir di Barcelona, bandara, stasiun, dll," kata kepala Perusahaan Taksi, Luis Lopez.

"Kami tidak akan bergerak, sepanjang malam, sepanjang hari besok, sampai ada solusinya," dia memperingatkan.

Keyword : Uber Taksi

TERKINI
NRC Sebut Gencatan Senjata Lebanon `Momen Harapan` bagi Warga Sipil Fellowship Tanoto Foundation Cohort Dibuka, Ini Kriteria dan Jadwalnya PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi