Senin, 23/07/2018 07:53 WIB
Teheran – Kementerian Intelijen Iran telah memblokir 1.000 kanal Telegram yang disinyalir berbau anti-revolusi, dan selanjutnya memanggil admin yang berada di balik seluruh kanal tersebut.
Dilansir dari kantor berita IRNA, saluran itu milik kelompok anti-Iran, monarkis, separatis, dan sekte-sekte baru. Demikian penuturan Menteri Intelijen Mahmoud Alavi.
“Kami bertindak sesuai dengan kepentingan dan keamanan nasional,” kata Alavi.
“Kami juga mengidentifikasi puluhan ribu saluran dengan konten pornografi, pelecehan anak, dan terorisme,” tambahnya.
Paus Leo Kritik Kenaikan Anggaran Belanja Militer Eropa
Iran Tutup Akses Senjata AS di Selat Hormuz
Perang AS vs Iran Bayangi Pertemuan BRICS 2026 di New Delhi
Sebelumnya, pada 18 April lalu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei berhentik menggunakan aplikasi Telegram, yang notabene aplikasi populer di Iran.
Tak lama kemudian, pada 30 April Pengadilan Iran mengeluarkan keputusan untuk melarang penggunaan platform berbalas pesan tersebut.
Larangan itu, dikutip dari Xinhua, didasarkan pada kerusakan yang ditimbulkan pada aspek budaya dan ekonomi negara itu selama beberapa tahun terakhir.