Minggu, 22/07/2018 19:38 WIB
Yangon – Laporan pariwisata Myanmar melaporkan telah terjadi penurunan kunjungan wisatawan pada semester pertama tahun sebesar dua persen. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Myanmar hanya menarik 1,72 juta turis dibandingkan tahun lalu 1,75 juta.
Dilansir dari Xinhua, pengunjung dari negara Thailand menempati posisi teratas. Setelah itu diikuti oleh pengunjung asing Asia lainnya, yakni China, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Vietnam.
Dari Eropa, pengunjung terbanyak yang berwisata di Myanmar ialah Prancis, Inggris, Jerman, Italia, dan lain-lain, pasca negara tersebut melakukan kekerasan terhadap kelompok Muslim Rohingya.
“Negara ini menargetkan lebih dari tujuh juta turis pada 2020,” tulis Xinhua, pada Minggu (22/7).
Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi
Kemenhut Batasi Kuota Turis TN Komodo Demi Jaga Ekologi-Ekonomi
Bertemu Bupati Gowa, Mendes Dorong Pengembangan Desa Jadi Destinasi Wisata
Diketahui, Myanmar berupaya mempromosikan ekowisata, wisata budaya, dan pariwisata berbasis masyarakat di daerah yang kaya sumber daya, dengan lanskap bersejarah, sungai, danau, pantai, pulau, dan hutan.
Menurut statistik, pada 2016 silam jumlah wisatawan yang datang ke negara tersebut menjadi 2,9 juta pengunjung.