Jum'at, 20/07/2018 11:01 WIB
Teheran – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mendesak adanya peningkatkan kerja sama dengan Organisasi D-8. Demikian pernyataan Zarif pada Kamis (19/7) kemarin yang dimuat kantor berita setempat.
Dilansir dari Xinhua, Zarif melontarkan pernyataan tersebut saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal D-9 untuk Kerjasama Ekonomi, Ku Jaafar Ku Shaari.
Zarif juga menyoroti pentingnya kelopok D-8 dan negara-negara anggotanya untuk meningkatkan kerja sama dengan sektor swasta, dan bertukar pengalaman di berbagai bidang ilmiah dan teknologi.
Tranfer teknologi, kerja sama dalam penelitian dan pengembangan, pembiayaan proyek-proyek ekonomi, barter kamar dagang, dan kerja sama dalam memproduksi dan mengekspor obat-obatan merupakan sederet masalah yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Trump Sebt Iran Mulai Serius Bahas Perundingan Damai
Trump Yakin Rusia dan China Tak Pasok Senjata untuk Iran
PBB Desak Evakuasi 6.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Kelompok D-8 Negara Berkembang atau disingkat D-8 (Developing 8 Countries) merupakan delapan negara berkembang yang memiliki mayoritas penduduk beragama Islam, dengan tujuan kerja sama di bidang pembangunan.
Delapan negara anggotanya meliputi Iran, Indonesia, Bangladesh, Mesir, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.