Rabu, 18/07/2018 16:45 WIB
Helsinki – Sejarawan asal Rusia William Pomeranz menilai Presiden Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat paling sering membuat keributan, ketika melakukan perjalanan ke luar negeri. Kendati presiden sebelumnya pernah melakukan hal serupa, namun tak sebanyak Trump.
Pomeranz mengatakan, pendekatan `America First` yang menjadi slogan Trump sejak kampanye menjadi bumerang bagi AS, yang membuat presiden bermusuhan dengan intelijennya sendiri, kerap menghina sekutu, dan menebar keraguan terkait komitmennya terhadap aliansi NATO.
“Kami tidak pernah memiliki seorang presiden yang tidak hanya memberikan ceramah kepada NATO, namun juga mempermalukan mereka,” ujar pria yang menjabat sebagai Wakil Direktur Kennan Institute di Wilson Center tersebut dilansir dari Associated Press pada Rabu (18/7).
“Kami tidak pernah memiliki presiden yang melakukan perjalanan ke luar negeri lalu menyatakan sekutu sebagai musuh,” imbuh Pomeranz menyinggung pernyataan Trump soal Eropa sebagai musuh AS, saat sebelum melakukan KTT di Helsinki, Polandia awal pekan lalu.
Trump Perintahkan Tembak Setiap Kapal yang Pasang Ranjau di Selat Hormuz
FIFA Rilis Tambahan Tiket Piala Dunia, Babak Final Tembus Rp188 Juta!
Trump Senang, Gencatan Senjata Bantu Isi Ulang Amunisi
Layaknya Trump, para presiden AS sebelumnya juga memicu masalah saat melakukan kunjungan kenegaraan ke luar negeri. Franklin Roosevelt dituding `menjual` Joseph Stalin di Konferensi Yalta pada 1945 silam, John F Kennedy mengaku tak siap melakukan pertemuan puncak pada 1961 di Wina dengan Nikita Khrushchev, dan George Bush yang memberi tahu wartawan bahwa dia menatap mata Putin saat keduanya bertemu pada 2001 lalu.
Keyword : Amerika Serikat Donald Trump