Politisi Inggris Mundur Terkait Rencana Brexit Theresa May
Rabu, 11/07/2018 15:33 WIB
London - Dalam kontroversi yang masih berlanjut serta banyaknya penolakan Kabinet atas rencana pemerintah Inggris soal Brexit, dua wakil ketua dari partai penguasa Konservatif memutuskan mengundurkan diri.
"Dengan sangat menyesal saya menginformasikan keputusan saya untuk mundur dari jabatan Wakil Ketua Partai Konservatif setelah persetujuan yang dicapai oleh Kabinet tentang
Brexit di Chequers," kata Maria Caufield melalui surat pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Theresa May.
"Saya tidak bisa mendukung arah negosiasi
Brexit ini," imbuh dia.
Surat pengunduran diri Ben Bradly juga memuat nada yang sama. Dia berkata, "Saya mencapai kesimpulan bahwa saya tidak bisa terus menjadi juru bicara partai atau pemerintah dalam permasalahan ini."
May mengira telah menyatukan pendapat Kabinet pada pekan lalu saat menjabarkan rencana
Brexit-nya di kediaman pribadinya, Chequers, yang mengisyaratkan
Inggris akan meninggalkan pasar tunggal
Uni Eropa namun tetap mengikuti "peraturan mendasar" dalam melakukan perdagangan dengan
Uni Eropa.
Rencana ini, rupanya, membuat Kabinetnya pecah, dengan sosok senior seperti David Davis, kepala negosiator
Brexit, dan Boris Johnson, menteri luar negeri, mengundurkan diri sebagai protes.
Banyaknya jumlah politisi yang mengundurkan diri ini membuat pemerintahan May mengalami krisis, yang diramalkan akan membuahkan keraguan atas kepemimpinannya dan tak membuahkan dukungan di parlemen. (AA)
TERKINI
Pelibatan Aparat dalam Pengawasan Pajak Jangan Sampai Timbulkan Rasa Takut
KKP Bentuk OII Perkuat SDM Sektor Kelautan dan Perikanan
KPK Ungkap Bupati Lombok Barat Terima Rp10,8 Miliar dari Pengaturan Proyek
Pelabuhan Patimban Layani Impor Peti Kemas Internasional Perdana