Tesla Bakal Bangun Pabrik Pertama di luar AS

Rabu, 11/07/2018 10:56 WIB

Beijing – Di tengah ketegangan Amerika Serikat (AS) dan China di sektor perdagangan, produsen mobil listrik Tesla Inc. akan membangun pabrik pertamanya di luar AS. Dan pilihannya jatuh di Shanghai, China.

Tesla mengatakan, pembangunan akan dimulai dalam waktu dekat, setelah izin resmi diperoleh. Dikatakan bahwa produksi akan dimulai dalam waktu dua hingga tiga tahun, dengan target 500.000 kendaraan setiap tahunnya.

Dilansir dari Associated Press, tidak ada rincian keyangan dari perjanjian yang diumumkan pada Selasa (10/7) kemarin itu. Sebuah pernyataan menyebutkan bahwa pabrik Tesla di Shanghai akan menjadi investasi asing terbesar.

Tesla sangat berkomitmen untuk pasar China,” ujar perusahaan itu usai meneken kesepakatan bersama.

Diketahui, Tesla mulai menjual mobil di China pada 2014 silam. Meski ada bea tambahan sebesar 15 persen, China menjadi pasar nomor dua penjualan mobil-mobil Tesla setelah AS.

Kini, Tesla juga menjadi salah satu perusahaan yang terkena tambahan bea impor 25 persen yang dikenakan Beijing, sebagai balasan atas kenaikan tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.

“Tarif mungkin telah mempercepat rencana mereka untuk mendapatkan kepastian,” kata analis Cowen Jeffrey Osborne.

TERKINI
MUI Ingatkan Potensi Percaloan di Balik Wacana War Tiket Haji Trump Sebut Perang dengan Iran akan Segera Berakhir Legislator PKS: Terjadi Ketimpangan Dalam Pengelolaan Mudik 2026 Hukum Mencuri karena Kelaparan, Apakah Diperbolehkan dalam Islam?