Minggu, 08/07/2018 20:32 WIB
Yazd- Dua perusahaan Italia dan Cina akan membangun pembangkit listrik tenaga surya di kota Yazd, Iran tengah.
Kesepakatan itu termaktub dalam nota kesepahaman (MoU) ditandatangani pada Minggu oleh perusahaan Italia Denikon dan Sionsteel China untuk yang pertama di kota bersejarah, Yazd di Daftar Warisan Dunia UNESCO.
MoU itu tentang membangun pembangkit listrik tenaga surya 500-1.000 megawatt, 20.000 panel surya 5 megawatt dan sebuah pabrik panel surya.
Menurut IRNA, Denikon adalah lembaga yang aktif dalam mencari, mempromosikan dan mengembangkan peluang investasi internasional.
Arkeolog Prancis Pecahkan Misteri Tulisan Kuno Iran 4.000 Tahun
Putin Puji Perlawanan Iran atas Tekanan AS dan Israel
Trump Tidak Puas dengan Usulan Iran Soal Selat Hormuz
Mitra lain dalam proyek tersebut, Sinosteel, adalah perusahaan milik negara yang aktif di pertambangan, industri logam, pembangkit listrik dan transportasi. Ini sudah menginvestasikan 2,5 miliar dolar di Iran sejauh ini.
Karena posisi geografisnya dan tingginya jumlah hari yang cerah, kota Yazd dikenal sebagai surga Iran untuk energi matahari. Inisiatif sektor swasta untuk membangun pembangkit tenaga surya skala kecil akan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil di kota di masa depan.
MoU adalah tentang membangun pembangkit listrik tenaga surya 500-1.000 megawatt, 20.000 panel surya 5 megawatt dan sebuah pabrik panel surya.
Denikon adalah sebuah lembaga yang aktif dalam mencari, mempromosikan dan mengembangkan peluang investasi internasional.
Mitra lain dalam proyek tersebut, Sinosteel, adalah perusahaan milik negara yang aktif di pertambangan, industri logam, pembangkit listrik dan transportasi. Ini sudah menginvestasikan 2,5 miliar dolar di Iran sejauh ini.
Karena posisi geografisnya dan tingginya jumlah hari yang cerah, kota Yazd dikenal sebagai surga Iran untuk energi matahari. Inisiatif sektor swasta untuk membangun pembangkit tenaga surya skala kecil akan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil di kota di masa depan.