Presiden Austria Sebut Sanksi AS Melanggar HAM

Kamis, 05/07/2018 12:05 WIB

Tehran - Austria dan Komisi Uni Eropa menyebut sanksi Amerika Serikat (AS) bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Itu dikatakan Presiden Austria, Alexander Van der Bellen pada konferensi pers bersama dengan mitranya dari Iran Hassan Rouhani di Wina, Rabu (6/7) waktu setempat.

Administrasi Trump yang  keluar dari perjanjian nuklir 2015 (JCPOA) mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Eropa dan negara-negara lain yang berbisnis dengan Iran.

"Austria menyesalkan AS yang keluar  dari JCPOA dan ingin menerapkan kembali sanksi. Parahnya, sanksi sekunder tersebut juga mempengaruhi Austria," kata Presiden Van der Bellen menurut laporan IRNA.

"Sanksi-sanksi sekunder yang "ekstrateritorial" melanggar HAM," sambungnya.

Van der Bellen mengkritik kebijakan administrasi Trump pada kesepakatan nuklir. Ia mengatakan, pakta itu tidak pernah diklaim untuk memberikan jawaban atas masalah, tetapi membuka "jendela" untuk mengatasin msalah yang akan datang kemudian.

Dibagian lain, Rouhani mengatakan, Iran akan tetap komitmen menjunjung tinggi kesepakan nuklir 2015, dengan catatan Uni Eropa bersedia memenuhi kepentingannya.

"Keputusan yang dibuat oleh Amerika tidak ada yang tertarik. Ini adalah salah satu keputusan untuk kepentingan nasionalnya sendiri dan orang lain," kata Rouhani.

TERKINI
Pemerintah Sudah Kucurkan Dana Desa Rp609,68 Triliun Anggota DPR Minta KKP Ciptakan Teknologi Budidaya Ikan Bawang Merah, Komoditas Penyumbang Tertinggi Bulan April Ketua DPR Soroti Pentingnya Ekosistem Pendidikan Demi Terciptanya SDM Unggul