Pelatihan Antirasis Starbucks Dinilai Kurang Efektif

Selasa, 03/07/2018 14:29 WIB

New York – Penasihat Starbucks menilai pelatihan antirasis yang digelar oleh perusahaan tersebut kepada 175.000 karyawan dari 8.000 toko, tak cukup efektif untuk menekan jumlah perlakuan rasis di seluruh gerai Stabucks.

Sebaliknya, penasihat toko kopi termasyhur itu menyarankan adanya audit hak-hak sipil dan konsumen secara lebih komprehensif.

“Kami sudah jelas sejak hari pertama bahwa satu pelatihan saja tidak dapat mengatasi bias rasial di seluruh organisasi Starbucks,” ujar Presiden Pertahanan Hukum NAACP dan Dana Pendidikan, Sherrilyn Ifill.

Dilansir dari BBC, Starbucks mengusir dan menahan dua orang berkulit hitam dari tokonya, setelah kedua pria itu hanya duduk-duduk di bangku Starbucks tanpa melakukan transaksi.

Insiden itu terjadi pada 12 April, kemudian memicu kemarahan publik, dan mendorong mantan Ketua Starbucks Howard Schultz untuk mengecam perlakuan berbau rasis yang dilakukan Starbucks dalam sebuah surat terbuka.

Rekomendasi lainnya yakni dengan membuat tagihan hak pelanggan, yakni bagaimana pelanggan menuliskan pengalamannya di Starbucks, kemudian ditampilkan di setiap toko.

“Sementara kami memuji komitmen untuk pelatihan yang lebih mendalam,” tambah Sherrilyn pada Selasa (3/7).

TERKINI
Legislator PKB: Anggaran Pendidikan 2027 Harus Menjawab Persoalan Masyaraka Panel Surya dan Tanaman Bisa Berbagi Lahan, Hasilnya Lebih Efisien Stevano Soroti Persoalan Desil: Jangan Sampai Hambat Beasiswa Pendidikan Peneliti: Gelas Kertas Minuman Panas Bisa Lepaskan Jutaan Partikel Plastik