Minggu, 01/07/2018 11:01 WIB
Tripoli – Duta Besar Italia untuk Libya, Giuseppe Perrone, pada Sabtu (30/6) membantah kabar yang menyebutkan bahwa Italia berencana mendirikan pangkalan militer di Libya Selatan.
“Rumor Italia membangun pangkalan militer hanyalah berita palsu,” ujar Perrone lewat akun Twitternya.
Perronye menegaskan, justru Kementerian Dalam Negeri Italia memimpin program Uni Eropa untuk memperkuat kedaulatan Libya, serta kapasitas penjaga perbatasan untuk memerangi perdagangan manusia.
Sebelumnya, militer yang berbasis di Libya memperingatkan usulan pembentukan militer asing di selatan untuk mengatasi imigrasi ilegal. Hal itu dinilai melanggar hukum nasional dan kedaulatan Libya.
Trump Usul Dana Pertahanan Fantastis untuk Modernisasi Militer AS
Rusia Kecam Rencana Uni Eropa Razia Kapal Tanker Asing
Bahrain Klaim Berhasil Cegat dan Hancurkan Gelombang Serangan Udara Iran
“Pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional dan agresi terang-terangan terhadap kedaulatan Libya,” terang Jenderal Khalifa Haftar dilansir dari Xinhua.
Peringatan itu muncul hanya beberapa hari setelah Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini, yang mengusulkan kepada PBB untuk mendirikan pusat-pusat penerimaan para imigran gelap di Libya selatan. Kendati demikian, usulan tersebut ditolak oleh pemerintah Libya.