Kamis, 07/06/2018 22:53 WIB
Jakarta – Pengadaan 1,7 miliar Riyal Arab Saudi (SAR) untuk keperluan haji 2018 mampu diefisiensi hingga Rp224,5 miliar oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Demikian penjelasan Plt BPKH Anggito Abimanyu, Kamis (7/6) di Jakarta.
“Kami diberikan harga lelang SAR Rp3.850/SAR. Tapi kami bisa mendapatkan harga Rp3.702 SAR. Ada efisiensi sebesar Rp224,5 miliar,” terang Anggito.
Dari total 1,7 miliar SAR, lanjut Anggito, 500 juta SAR akan diserahkan kepada Kementerian Agama, yang digunakan untuk biaya living cost jemaah. Sementara sisanya berada di tangan BPKH untuk pembayaran hotel dan katering di Arab Saudi.
“Living cost kan 1.500 SAR per jemaah, diberikan dalam bentuk banknotes (uang kertas asing). Kalau banknotes harus pengadaan fisik, itu butuh waktu. Insya Allah tahun depan, BPKH yang akan melakukan,” tambah Anggito.
Kemenag Pastikan ABT Tunjangan Profesi Guru dan Dosen 2025 Siap Dicairkan
Daftar Haji 2027 Diumumkan Awal, Wamenhaj: Beri Ruang Waktu Cukup Panjang
Matahari Tepat di Atas Kabah, Kemenag Verifikasi Arah Kiblat 725.669 Titik
Anggito menjelaskan, pengadaan Riyal merupakan langkah strategis untuk peningkatan pelayanan haji baik secara langsung atau tidak. Dalam pengadaan fasilitas untuk jemaah haji di Arab Saudi akan menggunakan SAR sehingga akan bermanfaat saat BPKH yang bekerja sama dengan Kementerian Agama dalam bertransaksi dalam berbagai pengadaan.
Selain itu, kata dia, dengan cadangan Riyal yang cukup akan memudahkan pemerintah dalam memberi living cost bagi jemaah haji saat menunaikan ibadah haji.
Keyword : Haji BPKH Kementerian Agama