Rabu, 06/06/2018 15:10 WIB
Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan siap mundur dari jabatannya, bila insiden ciuman bibir alias cipokan, yang dia lakukan kepada seorang perempuan ekspatriat Filipina di Korea Selatan, pada akhir pekan lalu membuat banyak perempuan yang tersinggung, lalu menandatangani petisi agar dia mundur.
Sebagai pembelaan, Duterte menyebut ciuman itu hanyalah hiburan belaka, guna menciptakan suasana gemuruh di tengah kerumunan para ekspatriat Filipina.
"Jika ada banyak cukup perempuan menandatangani petisi supaya saya mundur, saya akan mengundurkan diri," kata Duterte pada Rabu (6/6) usai melakukan kunjungan resmi ke Korea Selatan.
Sebelumnya, video Duterte saat sedang berpidato di Korsel viral, setelah dia meminta ciuman kepada seorang perempuan sebagai ganti buku yang ia bagikan. Perempuan itu tampak bersemangat mendapatkan kecupan mesra dari sang presiden.
Diburu ICC, Kepala Polisi Era Duterte Bersembunyi di Gedung Senat
China dan Filipina Berebut Pulau Kosong di Laut China Selatan
Kebakaran TPA di Filipina Belum Berhenti, Ratusan Orang Mengungsi
Usai melakukan adegan tersebut, Duterte beralasan mencium perempuan adalah gaya yang sudah dia lakukan selama 22 tahun sebagai walikota di Davao City, jauh-jauh hari sebelum menjadi presiden.
"Selama kampanye, saya mencium perempuan dari bibir ke bibir. Masalahnya, Anda tidak mengenal saya," kata Duterte kepada awak media.