Turki Kecam Israel atas Pembunuhan Perawat di Jalur Gaza

Minggu, 03/06/2018 10:50 WIB

Istanbul - Bulan Sabit Merah Turki (Kizilay) mengutuk pembunuhan seorang paramedis, Razan al-Najar  yang bertugas  di Jalur Gaza.

"Kami mengutuk pembunuhan perawat Palestina #Razan_Najjar yang bertugas sebagai pekerja medis sukarela di lapangan di Jalur Gaza," ujar lembaga bantuan tersebut dalam akun resmi Twitter-nya.

"Pekerja bantuan dan staf medis adalah #NotATarget," sambungnya.

Korban yang berusia 24 tahun itu ditembak di bagian dada pada Jumat oleh penembak jitu Israel saat berlari memberikan bantuan medis pada demonstran Palestina yang terluka di kota Khan Younis di Jalur Gaza Selatan.

Dr Salah er-Rantisi, kepala Rumah Sakit Sahra di distrik itu, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Najar dibawa ke rumah sakit dengan luka parah. "Peluru itu mengenai dadanya, menembus punggungnya," kata dia.

Puluhan warga Palestina, terkejut pada tewasnya dokter muda ini dan bergegas ke Rumah Sakit Eropa Gaza. Keluarga, teman, dan kolega Najar menangis, dan beberapa orang roboh ketika melihat tubuhnya.

Rekan-rekan Najar bersaksi bahwa tentara Israel tetap menembaknya meski dia menggunakan seragam putih khas paramedis. Dia juga sudah mengangkat tangannya untuk mengisyaratkan bahwa dia ingin membantu seorang pengunjuk rasa yang telah roboh 50 meter sebelum pagar perbatasan.

Menteri Kesehatan Palestina Jevad Avad mengatakan tindakan Israel menembak langsung seorang perawat sukarelawan adalah kejahatan perang.

TERKINI
Lennart Karl Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026 Akibat Cedera Granit Xhaka Ingin Ukir Sejarah Bersama Swiss di Piala Dunia 2026 Alisson Terharu Baca Surat Sang Kakak Jelang Piala Dunia 2026 Hadapi Kedatangan Jemaah Haji Gelombang Kedua, Wamenhaj Minta Petugas Siaga