Sabtu, 02/06/2018 13:50 WIB
Jakarta - Seorang paramedis sukarelawan Palestina tewas oleh pasukan Israel, Jumat, di perbatasan Gaza, saat puluhan warga terluka oleh peluru tajam di tengah demonstrasi massa " right to return" Palestina.
Dalam pernyataan tertulis, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan Razan Ashraf Najjar, 21 tahun, seorang paramedis perempuan ditembak mati oleh pasukan Israel ketika mengobati para demonstran yang terluka di Khan Yunis pada Sabtu (02/05).
Juru bicara Kementerian Kesehatan Ashraf al-Qidra mengungkapkan dalam pernyataan tertulisnya bahwa lebih dari 100 orang juga terluka oleh kekuatan yang tidak proporsional itu. Empat puluh orang di antaranya terluka oleh peluru tajam.
Ketegangan meningkat di wilayah Palestina sejak Desember lalu, ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Warga Israel Berbondong-bondong Bikin Pemukiman di Tepi Barat
Presiden Lebanon Ogah Kompromi dengan Israel Terkait Kedaulatan
Israel Bangun 12.000 Unit Rumah Baru di Tepi Barat, Ini Respons Hamas
Pada tanggal 14 Mei, AS memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem, memicu kecaman dari seluruh dunia Arab dan Muslim dan semakin melancarkan hasrat di wilayah Palestina.
Sejak 30 Maret, setidaknya 118 warga Palestina tewas, dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel di Jalur Gaza timur.