Percuma, Larangan Ceramah Fahri di UGM Hanya Politis

Jum'at, 25/05/2018 11:20 WIB

Jakarta - Larangan ceramah terhadap Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dinilai hanya bersifat politis. Sebab, di era digital yang semakin canggih saat ini, larangan ceramah tersebut tidak relevan.

Demikian disampaikan Praktisi Komunikasi Digital dan Staf Ahli Komunikasi Pimpinan DPR RI, Endy Kurniawan, melalui pesan singkatnya, Jakarta, Jumat (25/5).

Menurutnya, pelarangan tatap muka langsung semisal untuk ceramah agama di zaman publik terkoneksi dengan medium digital makin tak relevan

"Pelarangan ceramah Fahri Hamzah itu hanya bermakna secara politis tapi tidak akan memutus relasi audiens dengan narasumbernya," kata Endy.

Hal itu menanggapi larangan Rektorat Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta terhadap Fahri Hamzah untuk menyampaikan ceramah, Senin (21/5) malam.

Ia mencontohkan, berbagai larangan terhadap para ustadz belakangan ini tidak bisa menghalangi publik untuk tetap mengikuti isi kajian melalui kanal-kanal digital melalui live streaming di YouTube, Facebook, Instagram dan lain-lain.

"Pelarangan itu tidak akan membatasi rambatan narasi. Percuma saja. Audiens masjid paling banyak 500, tapi penonton di kanal Facebook bisa jutaan dalam hanya satu kajian," terangnya.

TERKINI
KPK Sita Rumah Mewah Anggota DPRD Bengkulu Vinna Ledy DPR Terima 9.205 Pengaduan Masyarakat, Puan: Seluruhnya Ditindaklanjuti Anggaran BNPT Naik, Legislator PDIP Minta Daya Cegah Terorisme Diperkuat KPK Sita Rp1,5 Miliar Hasil Potongan Insentif di Bappenda Kabupaten Bogor