Sabtu, 19/05/2018 18:50 WIB
Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) secara tidak langsung telah terlibat dalam kezaliman terhadap bangsa Palestina karena hanya menyaksikan semua tindakan yang tak bermoral selama serangan Israel pada tahun 1967.
Erdogan bahkan menyebut PBB kurang tegas menghadapi Amerika Serikat, karena membiarkan AS leluasa bertindak sesuai dengan keinginannya.
“PBB telah mendapatkan pukulan terhadap legitimasinya yang sudah rapuh karena sampai hari ini PBB tak memberikan sikap tegas terhadap Amerika,” ujar Erdogan dalam aksi massa mendukung Palestina di Lapangan Yanikapi, Istanbul, Jumat.
Erdogan menegaskan Turki adalah negara yang selalu menunjukkan sikap tegasnya dalam persoalan Palestina.
Cara Daftar Penjaringan Data Guru Belum Bersertifikat Pendidik 2026
Kemenhut-BMKG Teken MoU Pencegahan Karhutla, Operasi OMC jadi Andalan
New Syclon Band Rilis Single Sebenarnya Masih Cinta, Ego Jadi Penyesalan
“Negara yang paling diincar oleh Israel adalah Turki. Pemimpin yang paling banyak diserang adalah saya, oleh karena itu hal tersebut menunjukkan bahwa sikap ini sudah tepat dan membuahkan hasil,” kata Erdogan.
Erdogan menambahkan jika Israel menargetkan dirinya, maka dia berada pada jalan yang benar.
Erdogan juga meyakini bahwa kemenangan hanya milik Allah.
“Tak penting seberapa banyak senjata nuklir yang mereka memiliki. Tak peduli Anda memiliki senjata yang tak dimiliki orang lain. Senjata yang sebenarnya adalah senjata Allah dan kami berjuang dengan itu,” tukas Erdogan. (AA)