Sabtu, 19/05/2018 10:06 WIB
California - YouTube merekrut sejumlah programer musik di seluruh dunia, guna menyempurnakan fitur musik streaming yang akan diluncurkan pada 22 Mei 2018 mendatang.
Upaya itu juga dimaksudkan supaya musik yang digemari oleh penikmatnya terdengar lebih lokal dan asli. Demikian penuturan pejabat YouTube di kantor Google.
"Kami menyiapkan dengan keras untuk memastikan fitur ini mencerminkan budaya yang ada," kata pengawas YouTube Music T. Jay Fowler.
Dilansir dari Reuters, saat ini pemrogram musik di negara-negara seperti Prancis dan Brasil menjadi investasi teratas. YouTube konon berencana mengalahkan kompetitornya Spotify Technology SA (SPOT.N) dan Apple Inc (AAPL.O), dalam persaingan layanan musik global.
Ini Sejarah dan Asal Usul Hari Musik Internasional Setiap 1 Oktober
Pesta Musik Oktober 2026: Dari Kanye West hingga Nostalgia Lokal di Jakarta
Sejarah Hari Musik Country Internasional dan Sosok Tokoh di Baliknya
Hingga hari ini Google Music diperkirakan baru memiliki 10 juta pelanggan. Masih jauh dibandingkan Spotify atau Apple Music. Hal ini dianggap wajar, mengingat YouTube selama ini populer sebagai portal video.
Seperti diketahui, YouTube Music akan diluncurkan pada 22 Mei 2018 mendatang di beberapa negara. Di antaranya Amerika Serikat (AS), Selandia Baru, Australia, Meksiko, dan Korea Selatan.
Dalam masa percobaan, pengguna akan dikenakan biaya sebesar US$10 per bulan. Selanjutnya, anak perusahaan Google ini akan meluncurkan YouTube Premium, yakni pemutar musik tanpa jeda iklan.
Adapun biaya untuk layanan premium ini diperkirakan US$2 lebih mahal dari YouTube Music yang masih berisi iklan dan tidak dapat didownload.