ISIS Klaim Pelaku Bom di Museum Bardo Tunisia

Kamis, 17/05/2018 10:02 WIB

Jakarta - Islamic State Iraq and Syiria (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan di Museum Bardo Nasional Tunisia yang menewaskan 23 orang dan sekitar 50 orang luka-luka, Rabu (16/05).

Dua pria bersenjata, memasuki museum di Tunis melalui gedung parlemen dan mengambil sekelompok turis sebagai sandera ketika pasukan keamanan menyerbu gedung itu.

Dilansir Xinhua, adegan adu senjat terjadi antara pasukan dan penyerang, yang kemudian terbunuh.

Dalam pernyataan audio dan tertulis yang diposting online, ISIS menganggap kedua penyerang itu sebagai ksatria yang dipersenjatai dengan senjata otomatis dan granat. Kelompok itu juga menjanjikan lebih banyak serangan.

Kantor presiden Tunisia mengatakan pasukan keamanan menangkap sembilan orang pada Kamis. Ia menambahkan bahwa setidaknya empat dari mereka terhubung langsung dengan serangan Rabu kemarin.

Presiden Beji Caid Essebsi mengadakan pertemuan dewan darurat pada Kamis, menyerukan koordinasi yang lebih baik antara tentara, penjaga nasional dan polisi.

Sementara itu, Kementerian Kebudayaan Tunisia mengatakan museum akan dibuka kembali Selasa depan.

Media lokal Tunisia menyebut serangan itu sebagai "yang paling mematikan di negara Afrika Utara dalam lebih dari satu dekade."

TERKINI
Taiwan Desak China Akui Insiden Berdarah Tiananmen 1989 Mengintip Peringkat Rupiah di ASEAN usai Dolar Tembus Rp18.000 Tok! Parlemen AS Sepakat Hentikan Aksi Militer terhadap Iran Uni Eropa Proses Keanggotaan Ukraina dan Moldova ke Tahap Lanjut