Rabu, 16/05/2018 23:01 WIB
Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa kapal perang yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Kalibr akan secara permanen bertugas di Mediterania karena ancaman teroris yang gigih dari Suriah.
"Tahun ini, 102 ekspedisi kapal dan kapal selam direncanakan," kata Putin pada pertemuan dengan pejabat militer senior dan perwakilan industri pertahanan, Rabu (16/05) dilansir Xinhua.
Putin juga memuji profesionalisme dan koordinasi tentara kapal selam Rusia selama operasi militer di Suriah, yang telah menghancurkan fasilitas penting dan infrastruktur yang digunakan oleh teroris.
Pasukan Rusia telah berpartisipasi dalam perang melawan ISIS dan kelompok-kelompok pemberontak di Suriah sejak September 2015 atas permintaan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Menghasut Lewat Dakwah, Mufti Agung Suriah Era Assad Diadili
Kunjungi Ukraina, Turki Minta Perang Tak Meluas di Laut Hitam
Intelijen Endus Rencana Rusia Serang Negara-Negara Baltik
Putin mengatakan Angkatan Laut Rusia telah memperluas kehadirannya di Mediterania, Atlantik Utara dan kawasan Asia-Pasifik.
Rusia akan memperkuat komponen angkatan laut dari kekuatan nuklir strategisnya dan meningkatkan peran Angkatan Laut dalam memastikan pencegahan nuklir.
"Negara akan terus melengkapi Angkatan Laut dengan senjata terbaru, sarana komunikasi, pengintaian dan sistem indikasi target," kata Putin.