Minggu, 13/05/2018 20:29 WIB
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali menegaskan bahwa kebutuhan strategis menjelang puasa dan lebaran stabil dan mencukupi. Itu disampaikan usai diskusi `Kedaulatan Pangan Pasca Reformasi` di Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (13/5).
"Sudah cukup. Semua kebutuhan pangan strategis kita sudah antisipasi dua bulan sebelumnya. Produksi cukup," ujar Menteri Amran.
Di tempat yang sama, Menteri yang dijuluki Bapak Jagung itu memuji kepemimpinan Jokowi-Jk. Pasalnya, beberapa sektor pangan di eranya berhasil melapak ke beberapa negara tetangga.
"Alhamudlillah, jagung yang dulu kita impor 3,6 juta ton, dan sekarang sudah ekpor 3,6 juta ton atau sekira Rp10 triliun. Begitupun bawang merah. Sekarang kita sudah tembus ke enam negara. Kelapa sudah tembus ke Eropa, dan komoditas lainnya," terang Menteri Amran.
Wamentrans: Kawasan Transmigrasi Mampu Berkontribusi jadi Lumbung Pangan
Awal 2026, Bapanas Pastikan Stok Beras Aman dan Harga Terkendali
Dari Kampung Cikondang, Mendes Kampanyekan Lumbung Pangan Desa
Kemudian yang paling menggembirakan dalam sejarah indonesia, lanjut pria kelahiran Sulawesi Selatan itu adalah, ekspor ayam sudah berhasil masuk ke pasar Jepang beberapa minggu yang lalu. Padahal kata pria itu, sangat sulit menembus pasar Negeri Matari Terbit itu.
Meski begitu, jebolan Universitas Hasanuddin Makassar itu mengakatan, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama lembaga yang terkait akan terus bekerja untuk menyelesaikan persoalan pangan secara bertahap, dan pada gilirannya pada 2045, Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.
Keyword : Kementan Andi Amran Sulaiman lumbung pangan