Minggu, 13/05/2018 18:10 WIB
Dubai - Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan kembali pada Minggu (13/5), bahwa Teheran akan tetap berkomitmen sesuai kesepakatan nuklir 2015, bila kepentingannya dilindungi.
Dalam kesempatan itu Rouhani juga mengecam penarikan diri Amerika Serikat (AS) yang disebutnya sebagai pelanggaran moral, dan melawan peraturan internasional.
"Jika lima negara yang tersisa terus mematuhi perjanjian, Iran akan tetap dalam kesepakatan, meskipun ada kendak (lain) dari Amerika," kata Rouhani dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi nasional.
Dilansir dari Reuters, keputusan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir telah mengganggu Eropa. Ada ketidakpastian atas pasokan minyak global, dan risiko konflik di Timur Tengah makin meningkat.
KPK Usut Aliran Uang Suap Pengurusan Sengketa Lahan di PN Depok
Iran dan Pakistan Bertemu Bahas Proposal Perdamaian Perang
Trump Janji Kirimkan 5.000 Pasukan Tambahan ke Polandia
Iran memang memastikan tidak akan neko-neko, selagi Inggris, Prancis, Rusia, Jerman, dan China tetap memegang teguh kesepakatan nuklir yang diteken 2015 silam.
Namun pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif untuk memulai tur kekuatan dunia, sudah mulai menimbulkan keresahan. Terutama muncul ancaman Iran akan menarik diri dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir.
Keyword : Iran Nuklir Amerika Serikat Eropa