Babak Baru, Begini Strategi AS Bikin Keok Iran

Jum'at, 11/05/2018 07:39 WIB

Washinton -  Departeman Keuangan Amerika Serikat (AS) bersama dengan Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan tindakan untuk menggangu jaringan pertukaran mata uang skala besar yang dijalankan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Sejak Donald Trump mencabut nama AS pada kesepakatan nuklir, Departemen Keuangan menjatuhi enam orang Iran dan tiga perusahaan yang terkait dengan IRGC, yang menangani "ratusan juta" dari dollar dalam transaksi pertukaran.

Departemen Keuangan juga menjatuhi sanksi kepada bank sentral Iran yang juga "terlibat" dalam operasi IRGC. Ia  menyebut bank tersebut memberi akses ke dana yang disimpan di rekening bank luar negeri.

"Rezim Iran dan Bank Sentral menyalahgunakan akses ke entitas di UAE untuk memperoleh dollar AS yang nantinya digunakan untuk IRGC-QF, termasuk untuk mendanai dan mempersenjatai kelompok proksi regional," kata Menteri Keuangan AS, Steven T. Mnuchin, dikutip dari Arab News.

"Kami bermaksud memotong aliran pendapatan IRGC di mana pun sumber mereka dan apa pun tujuan mereka," sambungnya.

Individu dan perusahaan termasuk "perusahaan depan" IRGC di Teheran, Jahan Aras Kish, dan penukar uang Teheran, Rashed Exchange.

Pemerintah AS mengingatkan dihari Trump menarik Gedung Putih dari kesepakan JCPOA bahwa Washington akan meningkatkan tekanan pada IRGC dan Bank Sentral Iran.

Sanksi baru pada jaringan mata uang tersebut, melarang individu dan entitas AS melakukan bisnis dengan mereka, yang bertujuan untuk mengunci mereka dari jaringan dollar global.

TERKINI
Kemenag Tutup Pesantren Ibadurrahman Kaltim, Pastikan Hak Santri Terpenuhi Kemdiktisaintek-BRIN Susun Peta Jalan Riset, Bakal Diluncurkan di Surabaya KSTI 2026, Begini Pesan dan Arahan Presiden Prabowo untuk Para Akademisi Betrand Peto Curhat di Medsos, Begini Respon Sarwemdah